Tampilkan postingan dengan label Tanya Jawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanya Jawab. Tampilkan semua postingan

Hukum Merokok & Makan Di Dalam Masjid


PERTANYAAN :
Irawan Al Anshory
assalamualaikum..mau tnya klau makan atau meroko d dalam msjid haram gk..?!
JAWABAN :
Masaji Antoro
Wa’alaikumsalam
Hukum merokok, makan dan minum di tempat-tempat tersebut adalah sebagai berikut:
* Kalau terjadi idza’ (menyakiti atau mengganggu orang lain) hukumnya makruh menurut sebagaian pendapat. Dan menurut pendapat yang lain hukumnya haram.
* Apabila terjadi taqdzir (mengotori masjid) atau bertujuan menghina (Ihanah) kemulyaan masjid maka hukumnya haram.
* Hukum-nya dapat berubah menjadi sunnah apabila keberadaan-Nya dapat menimbulkan semangat untuk taklim (mengajar) atau imaroh masjid (meramaikan masjid) dengan tetap menghindri taqdzir dan ihanah.
Catatan:
Dalam masalah merokok dalam tempat tempat-tempat tersebut ada beberapa ulama’ yang langsung mengharamkan-Nya secara mutlaq di antaranya:
* Syaikh Ismail Utsman Zain Al-Yamani Al-Makki,
Beliau berkata: “Merokok di samping majlis al-Qur’an, majlis ilmu hadits, majlis ilmu-ilmu syar’I atau tempat-tempat yang harus di jaga adab dan ketenangan-Nya hukumnya haram karena termasuk su’ul adab {tidak sopan} dan meremehkan majlis-majlis yang harus di mulyakan dan terlebih-lebih bila dilakukan di masjid yang merupakan rumah Alloh SWT, dan termasuk bagian syi’ar-syi‘ar Allah SWT. Barang siapa yang mengagungkan syi’ar-syi‘ar Alloh, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati”.(QS;alhaj;32)
* Syaikh As-Sabrowi As-Syafi’i,
Beliau Berkata: “Guruku berkata masalah yang saya pasrahkan terhadap Alloh SWT. Adalah keharaman merokok di majlis al-Qur’an dan tidak ada jalan bagi pendapat Makruh. Ketika berbincang-bincang urusan dunia di samping majlis al-Qur’an itu di larang, maka merokok dalam majlis itu lebih utama untuk di larang karena adanya bau yang ngga’ enak, walaupun pelakunya tidak merasakannya karena senang atau sudah terbiasa, seperti halnya orang yang bekerja di tempat-tempat kotoran maka mereka tak akan terganggu. Ketika orang-orang berakal mengetahui bahwa termasuk adab atau sopan santun menghadap raja di dunia dan mentri-mentrinya adalah tidak merokok, maka apakah mereka tidak mengetahui bahwa merokok ketika menghadap Alloh dengan membaca al-Qur’an termasuk sesuatu yang merusak sopan santun ? Banyak sekali sesuatu ketika tidak menghadap raja, itu tidak dilarang tetapi ketika menghadapnya itu di larang. Atas dasar ini merokok itu makruh di luar majlis Al-qur’an, tapi ketika di majlis Al-Qur’an karena termasuk merusak sopan santun di hadapan kalam Alloh maka hukumnya haram. Ketahuilah banyak sekali perbuatan di luar sholat itu di perbolehkan tapi ketika di tengah-tengah sholat maka hukumnya haram. Walaupun tidak membatalkannya, keharaman ini karena tidak adanya kesopanan di hadapan Alloh SWT”
* Al-Imam Al-Hifny
Beliau menukil adari beberapa gurunya, beliau berkata: “Merokok di majlis Al-Qur’an menghawatirkan penyebab SU’UL KHOTIMAH, semoga Alloh melindungi kita semua”. Oleh karena itu atas segala keadaaan berhati-hatilah, karena berhati-hati {ikhtiath} adalah perbuatan orang-orang yang takut kepada Alloh SWT.

Referensi :
Al-Ghuror Al-Bahiyah Syarh Al-Bahjah,1/409.
Qurrotul Ain Bi Fatawa Ismail Zain 199-200/193-194.
Al-Mahally: 1/227.
Al-Anwar: 1/83.
Tukhfah Ma’a Syarwani: 1/23.
Asnal Matholib Iii/100.
Yas’alinaka Fi-Ad-Din Wa Al-Hayat,2/227.
Talk Khisul Murod: 96.
Syarh Mandhumah Arsyadul Ikhwan: 258-259.
Al-Wajiz: 1:59.Is’adur Rofiq: 1:59.
Bughyah Mustarsidin: 65
At-Turmusi,3/34-36


Tayammum di Pesawat Terbang


Pertanyaan
Bagaimana cara bertayammumnya orang yang sedang berada di pesawat terbang, sedang di dalamnya tidak ada debu yang terlihat?

Jawaban :
Menurut syafi’iyyah, tayammum harus memakai debu. Namun bagi orang yang tidak mendapatkan debu tersebut tetap wajib mengerjakan sholat lihurmatil waqti, atau sholat dengan bertayammum memakai debu sedikit yang dibawanya sebelum naik pesawat.

Al Maraji’ :
1. Mughnil Muhtaj Juz I hal. 105-106

2. Asy Syarqawi Juz I hal. 95

في المغني المحتاج : 1 , الصفحة : 105-106 , ما نصه :

(ومن لم يجد ماء ولا ترابا) بأن فقدهما حسا كأن حبس في موضع ليس فيها واحد منهما, أو شرعا كأن وجد ماء وهو محتاج اليه لنحو عطش أو وجد ترابا نديا ولم يقدر علي تجفيفه بنحو نار, ( لزمه في الجديد أن يصلي الفرض ) المؤدي لحرمة الوقت , والظاهر كما قال الأذرعي أنّه لا يجوز له أن يصلي مارجا احد الطّهورين حتّي يضيق الوقت. وهذه الصّلاة توصف بالصّحة , ولهذا قال في المجموع : تبطل بالحدث والكلام ونحوهما , وظاهر كلامه أنّها تبطل بالحدث ولو سبقه وهو كذلك .

وفي حاشية الشّرقاوي الجزء : 1, الصّفحة : 90 , ما نصه :

والمراد بالتراب ما يصدق عليه اسمه بأي لون كان خلقة ومن أي محل أخذ, كثوب أو حصير أو جدار أو حنطة أو شعير إذا كان في كل منها غبار ولو من بدن مغلظ إذا لم يعلم تنجس المأخوذ فيه, فيدخل فيه المحروق منه ولو أسود ما لم يصر رمادا وما يؤكل سفها كالمدر, وهو الطّين المستحجر, وطين مصر المسمّي با لطفل إذا دق ذلك وصار له غبار, وإلاّ فلا يكفي




dishare dr web pesantren al anwar

Keadaan Wanita Tarim Yaman Hadramaut

Bagaimana keadaan Wanita tarim Yaman hadramaut..???


Jawab :
Mereka tak pernah MENYUSAHKAN suaminya, demikian pula suami pada istrinya, bila susu habis misalnya, atau beras, atau apasaja yg perlu dibeli, mereka TAK BERANI bicara pada suaminya, karena TAKUT suaminya sedang tidak ada uang, atau sedang sibuk, maka mereka taruh lah bungkus2 kosong itu kira2 ditempat yg sekiranya menyolok dan terlihat oleh suaminya..


Demikian pula suami, seluruh hajat pasar, sayur dan lainnya suami yg BELANJA, istrinya boleh boleh saja keluar ke pasar kaum wanita, misalnya belanja baju, atau barang barang khusus wanita, kalau urusan dapur, sayur, beras dll itu tugas suami atau pembantunya..

Istri selalu membuat kamar tidur WANGI, bila suaminya pulang maka pastilah kamar sudah ditata rapih dan sangat wangi, pakaian suami sudah pasti wangi, kamar mandi wangi, semua ditata SERAPI mungkin..

Istri tak pernah MENGANGKAT suara pada suami, tak pernah MARAH, tak pernah CEMBERUT, bila mereka kesal mereka menangis dan mengadu pada suaminya dengan LIRIH atau dengan perkataan yang LEMBUT.. itulah marah mereka.. demikian pula suami, tak pernah marah pada istrinya..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰہِ وَبَرَكَاتُہ

https://facebook.com/Sayyid.Taufiq.Alaydrus

Mahar dengan bacaan AlQur-an

Assalamualaikum ustad2....
Ana mau tanya,
Apakah boleh hafalan alquran/membaca alquran 30juz bil ghoib d buat sebagai mahar...
Mohon penjelasannya jk boleh,n mohon penjelasaannya jk tdk boleh,
syukron...

Waalaikum salam,,,, apabila mahar yang anda meksud adalah dengan membacakan Al-Quran dihadapannya maka nggak sah karena tidak memenuhi persyaratan mahar... namun apabila maharnya mengjarkan bacaan AL-Quran kepada Istri mka itu sah-sah saja..

ويجوز أن يكون منفعه كالخدمه وتعليم القرآن وغيرهما من المنافع المباحة لقوله عز وجل (إنى أريد أن أنكحك إحدى ابنتى هاتين على أن تأجرني ثمانى حجج) فجعل الرعى صداقا وزوج النبي صلى الله عليه وسلم الواهبة من الذى خطبها بما معه من القرآن

“Dan boleh mahar yang berupa kemanfaatan seperti pengkhidmahan dan mengajarkan al-Quran dan kemanfatan-kemanfatan lainnya, berdasarkan firman Allah “Berkatalah dia (Syuaib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun” (QS. 28:27) dalam ayat tersebut pengkhidmahan berupa menggembala dijadikan mas kawin dan karena baginda Nabi Muhammad SAW. Menikahi wanita yang beliau pinang, juga ada yang hanya memakai sesuatu dari al-Quran”Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhadzdzab 16/328
______________________

ويجوز ان يتزوجها علي منفعة معلومة كتعليم القرأن.... ولا فرق لتعليم القرأن بين ان يكون لكله كما هو ظاهره او لسور معينة منه كالفاتحة وغيرها او لقدر معين من سورة معينة كربع من سورة يس وان كانت تعريفه

“Dan boleh bagi seorang (calon) suami menikahi wanita dengan memakai kemanfaatan yang telah diketahui seperti mengajarkan al-Quran...

Dan tidak terdapat perbedaan mengenai mengajarkan al-Quran antara mengajarinya seluruh al-Quran atau mengajarkan surat-surat tertentu seperti surat al-Fatihah atau surat lainnya, atau mengajarkannya pada batasan tertentu dari sebuah surat yang telah ditentukan seperti seperempat dari surat Yaasiin meskipun wanita tersebut telah mengetahuinya.”
Al-Baajuuri II/126

ikut tebar harumnya berdakwah dari;groups/konsultasifiqih

MENYIKAPI ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT


FATWA AL IMAM ALLAMAH AL A’RIFBILLAH AL HABIB UMAR bin MUHAMMAD bin SALIM bin HAFIDZ
“MENYIKAPI ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT”
Pertanyaan :
“Saya hidup ditengah tengah masyarakat dengan kondisi seseorangyang tidak akanberhasil (dalam pekerjaannya) melainkandengan berbohong. Masyarakat tersebut tidak mengerjakan Shalat. Sedangkan saya inginbergaul baik dengan mereka. Berilah saya sebuah nasehat untuk pegangan saya”.
Jawaban (AlHabib Umar bin Salim bin Hafidz) :
“Termasuk hal yangtelah disepakati oleh para ulama, bahw
a meninggalkan shalat merupakan dosa besar, na’udzubillah, jika ada dalil yang datang kecuali firman Allah :
( ﻓَﻮَﻳْﻞ ٌ ﻟﱢﻠْﻤُﺼَﻠﱢﻴﻦ َ( ٤
( ٱﻟﱠﺬِﻳﻦ َ ﻫُﻢ ْ ﻋَﻦ ﺻَﻼَﺗِﻬِﻢ ْ ﺳَﺎﻫُﻮن َ( ٥
“Maka celakalah bagi orang-orang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya” (Q.S. Al Maa’un : 4-5)
Maka rasanya cukup, jika ayat ini adalah hukumanbagi orang yanglalai sehingga ia mengerjakanshalat diluar waktunya, maka bagaimana denganhukuman orang yang tidak mengerjakannya sama sekali ? ” Semoga Allah melindungi kita dan muslimin dari hal tersebut.”
Jika anda mampuuntuk menasehati mereka yangtidak shalat dan tidak khawatir adanya bahaya atau gangguan yang menimpa anda, maka wajib bagi anda menasehati mereka dengan bertahap. Maksudnya denganlemah lembut terlebih dahulu danmengingatkan mereka akan bahayanya perkara ini kemudian denganmenghardiknya dan dengan cara yang lebih keras.
Jika mereka tidak menggubris nasehat Anda dan tetap tidak mengerjakan shalat, maka yang harus anda lakukan adalah terus mengingkarinya dengan hati dan tidak bergaul dengan mereka kecuali sekedar hal darurat saja, disertai pengingkaranterhadap kemungkaran mereka dengan hati dan tidak bersenda gurau dengan mereka.Hal ini bertujuan agar mereka telahmelanggar batasan-batasanAllah SWT.
Nasehat kami untuk anda, hendaklah anda memperkuat hubungan kepada Allah denganmemperbanyak ingat kepadaNya dan selalutaat kepadaNya serta menjauhi laranganNya, karena Allah telah berfirman :ِ اﻟﻠﱠﻪ َ ﻳَﺠْﻌَﻞ ْ ﻟَﻪ ُ ﻣَﺨْﺮَﺟًﺎ وَﻣَﻦ ْ ﻳَﺘﱠﻖ ………………..
………………….. وَﻳَﺮْزُﻗْﻪ ُ ﻣِﻦ ْ ﺣَﻴْﺚ ُﻻُ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺐ
“…………………………Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…………………………”. (Q.S. Ath Thalaaq :2-3)
Telah berkata pula ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu, “Jikalau langit jatuh menutupi bumi niscaya Allah akan menjadikan jalan keluar bagi orang orang yang bertaqwa”.
Perumpamaan ini berlaku untuk didunia. Adapun di akhirat kelak, anugerah serta karunia Allah lebih besar dan lebih agungdari yang dibayangkan. Ingatlah bahwa usia di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan akhirat abadi selama-lamanya.
Berssabar terhadap perintah-perintah Allah adalah hal yang paling mudah dan ringanbagi orang yang memiliki kesungguhanterhadap Allah, mudah mudahan Allah menjadikankita orang-orangyang shadiq yang bersungguh-sungguhdan termasuk orang-orang yang diberikan taufiq.aamiin .
Sumber : Buku Kumpulan Fatwa Al Habib Umar bin Salim binHafidz.. Silahkan di share
https://www.facebook.com/groups/abdkadir72/permalink/1022117854469999/


Resep Agar Bisa Khusyu



Seorang bertanya pada Sayyidil Habib Umar bin Hafidz, "Bagaimana agar kita bisa khusyu'?"

Sayyidil Habib Umar bin Hafidz menjawab: " Seseorang di katakan khusyu' jika memenuhi 6 kriteria, yaitu:

1. (Hudurul Qolb) Hadirnya hati
2. (Tafahhumul Ma'ani) Memahami arti atas apa yang kita katakan dan kita sedang lakukan
3. (Al ijlal watta'dzhim ) Adanya rasa mengagungkan dan memulyakan kepada Allah SWT. Terkadang kita hadir hati, mengetahui arti, tapi tanpa pengagungan hal ini seperti seseorang yang memahami perkataan anak kecil yaitu tidak terlalu menghiraukannya
4. (Al ijlal watta'dzhim ma'al Haibah) Hendaknya rasa memulyakan dan pengagungan tadi di iringi dengan rasa haibah (kewibawaan).
Haibah: Rasa takut yang timbul karena rasa mengagungkan. Takut sholat kita tidak di terima oleh Allah
5. ar-Roja': Kuatnya harapan bahwa sholat kita di terima oleh Allah juga menjadi sebab dekatnya kita pada allah serta mengharapkan mendapat balasan yang agung
6. Haya': Adanya rasa malu bahwasannya kita tidak menunaikan hak Allah dengan semestinya.

Kemudian Habib Umar mengatakan, "Jika enam kriteria ini jika terdapat padamu maka sholatmu bisa di katakan sholat yang khusyu'."

Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepada kita sehingga bisa mengamalkan resep yang ada di atas ini.

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita orang-orang yang khusyu' dalam sholat..aamiin


Sumber: https://www.facebook.com/pages/Fans-habib-munzir-almusawa-dan-habib-umar-al-hafidh/137757979611909

Cara dan syarat sujud





Assalamu'alaikum
Ketika sholat sujud gini gmana?
Suwun...
Wassalamu'alaikum....









jawab:
 Waalaikum salam,,,perlu dikahui bahwa Anggota sujud ada 7 : dahi, telapak tangan, kedua lutut danjari-jari kedua kaki yang dalam. [ Safinatunnajah ].

SYARAT SUJUD :


فصل) شروط السجود سبعة : أن يسجد على سبعة أعضاء وأن تكون جبھته مكشوفة والتحاملبرأسة وعدم الھوى لغيره وأن لايسجد على شيء يتحرك بحركته وارتفاع أسافلة على أعاليةوالطمأنينة فية

1. Harus dengan 7 anggota badan (sebagaimana keteranganyg diatas)
2. Harus dengan dahi terbuka
3. Kepala harus ditekan (ketika meletakkan di tempat sujud)
4. Tidak boleh ada tujuan lain ketika membungkuk kecualiuntuk sujud
5. Tidak boleh sujud diatas sesuatu yang bergerak bilabergerak ketika untuk sujud
6. Kepalanya harus lebih rendah daripada pantat
7. Harus tuma’ninah. [ Safinatunnajah ].

Cara sujud tanpa meletakkan jari-jari kaki hukum sujudnya tidak sah karena syaratnya sujud harus meletakkan jari2 kaki, bla sujudnya tidak sah maka shalatnya juga tidak sah. Namun menurut Imam Rofi'iy meletakkan jari2 kaki dalam sujud hukumy tidak wajib, berarti kalau ikut pendapatnya Imam Rofi'iy dalam kasus di atas shalatnya tetap sah.: 

.وسابعها سجود مرتين كل ركعة الى أن قال بوضع بعض جبهته بكشف أى مع كشف فإن كان عليها حائل كعصابة لم يصح الا أن يكون لجراحة وشق عليه إزالته مشقة شديدة فيصح ومع تحامل بجبهته فقط على مصلاه بأن ينال ثقل رأسه خلافا للامام ووضع بعض ركبتيه وبعض بطن كفيه من الراحة وبطون الأصابع وبعض بطن أصابع قدميه دون ما عدا ذلك.إعانة الطالبين ١/١٦٣-١٦٤ 

وهل يجب وضع يديه وركبتيه وقدميه مع جبهته ؟ فيه وجهان : الأظهر عند الرافعي لا يجب والأظهر عند النووي الوجوب فعلى ما صححه النووي الإعتبار بباطن الكف،وفي الرجلين الأصابع ويكفي وضع جزء من كل من هذه الأعضاء ولا يكفي ظهر الكف وظهر الأصابع.كفاية الأخيار


Kurban idul adha

Pertanyaan:
Assalamualaikum mautanya ustad masalah kurban
1. misalnya ada orang yang mau berkurban tetapi belinya di lain daerah sembelih dan pembagiannya di tempat beli hewan tersebut, sedangngkan posisi orang tersebut di luar daerah atau luar negeri apa boleh demikian?....
2 Dan apa boleh daging kurban di berikan kepada non muslim?....
3. Seandainya ada orang yang berkurban diserahkan kepanitia masjid atau lembaga, dan daging tersebut selain disedekahkan dan juga di masak untuk panitia tersebut,,, bagai mana hukumnya orang yang berkurban dan panitia tersebut

jawab:
 Waalaikum salam,,, mengenei pertanyaan pertama: ulama khilaf mengenai masalah ini ,, ada yang memperbolehkan ada yang melarang karena tempat untuk kurban adalah tempat ia tinggal...
)فرع) محل التضحية بلد المضحى وفى نقل الاضحية وجهان يخرجان من نقل الزكاة والصحيح هنا الجواز (كفاية الأخيار جز 2 ص : 242)

2. Qurban tidak boleh diberikan kecuali untuk orang muslim,,,
ويجب ان يعطيه نيئا طريا لا مطبوخا ولا قديدا لمسلم حر فقير او مسكين ولو واحدا
(Busyrol Kariim bab udhiyah)
3. Panitia boleh mengambil harus dengan seijin orang yang berkurban,,,

Sholat dhuha berjamaah

Pertanyaan :
 Assalamualaikum......numpang tanya ustad......kalo sholat dhuha boleh gak dilakukan dg berjamaah ? Mohon penjelasannya.......syukron

jawab :
Waalaikum salam,,,Boleh namun tidak mendapatkan pahala jaamaah....

(مسألة : ب ك) : تباح الجماعة في نحو الوتر والتسبيح فلا كراهة في ذلك ولا ثواب ، نعم إن قصد تعليم المصلين وتحريضهم كان له ثواب ، وأي ثواب بالنية الحسنة ، فكما يباح الجهر في موضع الإسرار 
الذي هو مكروه للتعليم فأولى ما أصله الإباحة ، وكما يثاب في المباحات إذا قصد بها القربة كالتقوّي بالأكل على الطاعة ،
“Diperbolehkan mengerjakan shalat witir dan shalat tasbih dengan berjamaah. Hukumnya tidak makruh namun juga tidak berpahala. Betul, kalau tujuannya adalah mengajari dan memotivasi untuk melakukan shalat tersebut ada pahalanya, pahala karena adanya niat yang baik.
Sebagaimana diperbolehkan shalat sirriyyah dikerjakan dengan suara keras jika dalam rangka mengajar padahal hukum asal jahr dalam shalat sir adalah makruh. Jika yang makruh itu bisa menjadi mubah bila dalam rangka pengajaran maka apalagi yang hukum dasarnya adalah mubah. Sebagaimana aktivitas mubah itu bernilai pahala manakala diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah semisal makan dengan niat agar bisa kuat menjalankan ketaatan.
هذا إذا لم يقترن بذلك محذور ، كنحو إيذاء أو اعتقاد العامة مشروعية الجماعة وإلا فلا ثواب بل يحرم ويمنع منها.
Shalat dhuha atau witir berjamaah itu hukumnya boleh selama tidak mengandung hal terlarang semisal mengganggu atau menyebabkan orang-orang awam berkeyakinan bahwa shalat sunnah berjamaah itu bagian dari ajaran Islam. Jika ada unsur terlarang di dalamnya maka tidak ada pahalanya, bahkan haram dan harus dilarang” 
[Bughyah al Mustarsyidin - hal 67]










https://www.facebook.com/groups/konsultasifiqih/?ref=br_rs

Zakat Penghasilan

Pertanyaan :
assalamualaikum.. ustadz saya mau tanya, apakah penghasilan kita per bulan juga diwajibkan zakat? jika iya brapa nisabnya? mohon disertakan Cara penghitungannya... trims

jawab:

Waalaikum salam,,,,FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 3 Tahun 2003 Tentang ZAKAT PENGHASILAN MENETAPKAN : FATWA TENTANG ZAKAT PENGHASILAN
Pertama : Ketentuan Umum
Dalam Fatwa ini, yang dimaksud dengan "penghasilan" adalah setiap pendapatan seperti gaj
i, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara,konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.
Kedua : Hukum
Semua bentuk penghasilan halal wajib di keluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram.
Ketiga : Waktu Pengeluaran Zakat.
1. Zakat penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nishab.
2. Jika tidak mencapai nishab, maka semua penghasilan dikumpulkan selama setu tahun; kemudian zakat dikeluarkan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.
Keempat : Kadar Zakat
Kadar zakat penghasilan adalah 2,5%.
Fatwa 1. Zakat penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nishab. Fatwa ini sesuai dengan madzhab Syafi'i :
وكل مال وجبت زكاته بحول ونصاب جاز تقديم الزكاة على الحول بعد ملك النصاب لحول واحد
Semua harta yang wajib dizakati saat telah haul (setahun) dan mencapai nishob, BOLEH dizakati diawal (misal saat menerima) setelah memiliki senishab untuk satu haul.
Dari sini ZAKAT PROFESI itu BOLEH (tidak wajib) dengan syarat telah memiliki senishob (kira-kira 45 juta). Jika penghasilannya tidak mencapai 45 juta ya tidak sah zakat profesi, kecuali tabungannya banyak.









sumber: https://www.facebook.com/groups/konsultasifiqih/?ref=br_rs

Puasa romadhon dalam keadaan jinabah

Assalamu^alaekm.. Sepasang suami istri habis kumpul malamnya terus ketiduran smp kelewat imsak dan shubuh baru bersuci,. Apa boleh melanjutkn puasa romadhonnya? Mohon kasih tau hukumnya ustadz
 Waalikum salam,,,BERPUASANYA SAH,,namun dianjurkan mandi sebelum masuknya subuh

22 - يَصِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل (1) فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ (2) .
__________
(1) البدائع 1 / 38 ، والمغني 3 / 109 ، والمهذب 1 / 188 - 189 ، وجواهر الإكليل 1 / 152 - 153 .
(2) حديث : " أن عائشة وأم سلمة قالتا : نشهد على رسول الله صلى الله عليه وسلم إن كان ليصبح جنبا من غير احتلام ثم يغتسل ثم يصوم " أخرجه البخاري ( الفتح 4 / 153 - ط السلفية ) .

Berpuasa hukumnya SAH bagi orang junub seperti orang yang memasuki shubuh sebelum ia menjalani mandi besar karena Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma berkata :
“ Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan isterinya, kemudian ia mandi dan berpuasa” (Hadits Riwayat Bukhari 4/153)

ALBADAA-I’ I/38, ALMUGHNI III/109, ALMUHADDZAB I/188-189, JAWAAHIR AL-IKLIIL I/152-153

ALMAUSUU’AH ALFIQHIYYAH XVI/55

Menggabung niat Puasa Sunnah dengan Qodho puasa

assalamualaikum ustdz,,bolehkah puasa sunnah dgabung dg niat puasa qodho.?? syukron,

Wa'alaikum salaam
Menggabung niat beberapa puasa sunnah seperti puasa Arofah dan puasa senin/kamis adalah boleh dan dinyatakan mendapatkan pahala keduanya. Sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Kurdi. Bahkan menurut Imam Al-Barizi puasa sunna...h sepert
i hari ‘Asyuro, jika diniati puasa lain seperti qadha ramadhan tanpa meniatkan pauasa Asyura’ tetap mendapatkan pahala keduanya. Adapun puasa 6 hari bulan syawal jika digabung dengan qadha ramadhan, maka menurut imam Romli mendapatkan pahala keduanya. 
Sedangkan menurut Abu Makhromah tidak mendapatkan pahala keduanya bahkan tidak sah

. إعانة الطالبين – (ج 2 / ص 252) (وقوله: النفل) منصوب بنزع الخافض وهو عن،
والتقدير: واحترز باشتراط التعيين في الفرض عن النفل. وكان المناسب أن يقول هنا أيضا: واحترز بقولي في الفرض من حيث اشتراط التعيين في الفرض عن النفل، لان المحترز به هو الفرض، لا اشتراط التعيين. فتنبه. وقوله: أيضا، أي كما احترز باشتراط التبييت في الفرض عن النفل. وقوله: فيصح: أي النفل – أي صومه. وقوله: ولو مؤقتا: غاية في صحة الصوم في النفل بنية مطلقة، أي لا فرق في ذلك بين أن يكون مؤقتا – كصوم الاثنين، والخميس، وعرفة، وعاشوراء، وأيام البيض – أو لا: كأن يكون ذا سبب – كصوم الاستسقاء – بغير أمر الامام، أو نفلا مطلقا. (قوله: بنية مطلقة) متعلق بيصح، فيكفي في نية صوم يوم عرفة مثلا أن يقول: نويت الصوم. (قوله: كما اعتمده غير واحد) أي اعتمد صحة صوم النفل المؤقت بنية مطلقة.وفي الكردي ما نصه: في الاسنى – ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي – الصوم في الايام المتأكد صومها منصرف إليها، بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ: زاد في الايعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا، نواه معه أو لا. وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة يوم الخميس. اه. وكلام التحفة كالمتردد في ذلك. اه. (قوله: نعم بحث في المجموع إلخ) هذا إنما يتم له إن ثبت أن الصوم في الايام المذكورة مقصود لذاتها. والمعتمد: كما يؤخذ من عبارة الكردي المارة آنفا – أن القصد وجود صوم فيها. فهي كالتحية، فإن نوى التطوع أيضا حصلا، وإلا سقط الطلب عنه، وبهذا فارق رواتب الصلوات. (قوله: كعرفة وما معها) أي وما يذكر معها عند تعداد الرواتب – كعاشورا، وستة من شوال، والايام البيض، والايام السود -. (قوله: فلا يحصل غيرها) أي من قضاء أو كفارة. (وقوله: معها) أي الرواتب. (وقوله: وإن نوى) أي غير الرواتب. (قوله: بل مقتضى القياس) أي على رواتب الصلاة. (وقوله: أن نيتهما) أي الرواتب وغيرها، كأن نوى صوم عرفة وقضاء أو كفارة. (وقوله: مبطلة) أي لان الراتب لا يندرج في غيره، فإذا جمعه مع غيره لم يصح، للتشريك بين مقصودين. (قوله: كما لو نوى الظهر وسنته) أي فإن ذلك مبطل، وقد علمت الفرق – فلا تغفل

فتح الوهاب – (ج 1 / ص 206) (وتعيينه) أي الفرض قال في المجموع، وينبغي اشتراط التعيين في الصوم الراتب كعرفة وعاشوراء وأيام البيض وستة من شوال كرواتب الصلاة وأجيب بأن الصوم في الايام المذكورة منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت أيضا كتحية المسجد، لان المقصود وجوب صوم فيها

بغية المسترشدين ص 113-114 (مسألة: ك): ظاهر حديث: «وأتبعه ستاً من شوّال» وغيره من الأحاديث عدم حصول الست إذا نواها مع قضاء رمضان، لكن صرح ابن حجر بحصول أصل الثواب لإكماله إذا نواها كغيرها من عرفة وعاشوراء، بل رجح (م ر) حصول أصل ثواب سائر التطوعات مع الفرض وإن لم ينوها، ما لم يصرفه عنها صارف، كأن قضى رمضان في شوّال، وقصد قضاء الست من ذي القعدة، ويسنّ صوم الست وإن أفطر رمضان اهـ. قلت: واعتمد أبو مخرمة تبعاً للسمهودي عدم حصول واحد منهما إذا نواهما معاً، كما لو نوى الظهر وسنتها، بل رجح أبو مخرمة عدم صحة صوم الست لمن عليه قضاء رمضان مطلقاً

الفوائد الجنية ج1 ص 153 قوله : (كل ما المقصود منه الفعل) أي لا حصوله مستقبلا بنية. قوله : (وهي نحو ستة عشر سنة) منها غسل الجمعة هو سنة إذا نوى مع غسل الجنابة, ومنها سلام الخروج من الصلاة إذ نوى به السلام على الحاضرين, ومنها عمرة التطوع إذا نويت مقرونة بحج الفرض, ومنها الصوم عن عرفة إذا نوى معه صوم قضاء أو نذر أو كفارة

HAID, NIFAS & ISTIHADLOH


v HAID

* Definisi haid.
Arti lughowi        : Mengalir.
Arti syar’I            : Darah alami yang keluar dari ujung rahim pada saat sehat.
Keterangan:       
Darah yang keluar tidak secara alami bukan darah haid seperti darah yang keluar sebelum dan ketika melahirkan.

* Usia minimal.
Usiawanita haid   dimulai dari umur 9 tahun qamariyah taqribiyah.
Keterangan         
Tahun qamariyah adalah tahun Hijriyah, sedangkan taqribiyah artinya untuk dapat mengalami haid tidak harus berumur 9 tahun persis, jadi jika darah keluar pada umur 9 tahun kurang 15 hari misalnya (masa yang tidak cukup untuk haid dan suci), maka darah tersebut sudah dihukumi haid.

* Masa haid.
Minimal               : Sehari semalam atau 24 jam.
Kebanyakan         : 6 –7 hari.
Maksimal            : 15 hari.
Keterangan          :
• Darah yang keluar kurang dari 24 jam adalah darah  istihadloh.
 • Darah yang keluar lebih dari 15 hari adalah darah haid yang bercampur dengan darah istihadloh, maka harus diteliti lagi dengan mempelajari tujuh gambaran perempuan mustahadloh yang akan dijelaskan.

* Masa suci antara dua haid.
Minimal               : 15 hari.
Kebanyakan         : Sisa hari-hari haid dalam sebulan (23/24).
Maksimal            : Tidak terbatas.
Keterangan          :
Jika haid kedua datang sebelum masa suci sempurna 15 hari, maka darah itu bukanlah darah haid, wanita tersebut tetap dihukumi suci sampai sempurnanya masa suci 15 hari.Jika setelah masa suci sempurna darah tetap keluar, maka darah yang terakhir ini adalah haid.



* Tanda berhentinya haid.
Suci dapat diketahui dengan memasukkan kapas ke Mrs.V. Jika tidak nampak bercak pada kapas berupa darah maupun warna kuning atau keruh maka haid telah usai.

* Warna darah haid.
Warna haid          : Hitam, merah, merah kekuning-kuningan, kuning dan keruh.
Keterangan          : Ulama’ berbeda pendapat pada warna kuning dan keruh.Pendapat yang mu’tamad menyatakan haid.
Imam Al-Juwaini menjelaskan, “Kedua warna itu bukanlah darah melainkan cairan seperti nanah yang diatasnya ada warna kuning atau keruh”.

* Penting      : Penentuan masa haid, masa suci dan semua hukum-hukum yang berhubungan dengan haid adalah hasil penelitian Imam Syafi’i terhadap para wanita di zamannya, kemudian beliau rumuskan riset tersebut dengan dalil-dalil Alqur’an dan hadits sehingga timbullah ide-ide mengenai hukum-hukum haid.
Oleh karena itu, jika terjadi kebiasaan darah yang berbeda dengan ketentuan di atas pada seorang wanita atau para wanita di suatu daerah, maka kebiasaan tersebut tidak bisa mempengaruhi hukum haid yang telah ditentukan.Lebih baik menghukumi darah mereka sebagai darah fasad (penyakit), daripada harus merusak kaedah yang telah baku, karena penelitian ulama’ terdahulu tentu lebih sempurna.
* Yang harus dilakukan ketika melihat darah.
Setiap melihat darah seorang wanita harus langsung meninggalkan larangan-larangan haid tanpa menunggu 24 jam. Selanjutnya,  jika darah tersebut berhenti sebelum mencapai 24 jam maka dia harus menqodlo’ sholat yang dia tinggalkan karena terbukti ini bukan haid.
Kemudian jika darah tersebut keluar lagi sebelum 15 hari maka dia harus meninggalkan lagi larangan-larangan haid.Begitu seterusnya.
Adapun jika darah tersebut berhenti setelah mencapai 24 jam maka jelaslah bahwa ini haid. Dan saat ini dia wajib mandi, sholat, puasa (di bulan Ramadhan) dan boleh baginya bersetubuh dengan suaminya karena darah sudah berhenti.
Jika kemudian darah tersebut keluar lagi sebelum lewat 15 hari jelaslah sudah bahwa ibadah yang dia lakukan tadi tidak sah karena ternyata dia masih haid.
Namun dia tidak berdosa dengan persetubuhan yang telah dia lakukan, karena saat melakukannya secara dhohir dia telah suci.
Demikianlah yang harus dilakukan wanita haid jika darahnya datang terputus-putus selama tidak melebihi 15 hari.


v NIFAS
* Definisi nifas.
Arti lughowi        : Melahirkan.
Arti syar’I            : Darah yang keluar setelah kosongnya rahim dari janin.
Keterangan          :
-          Darah yang keluar setelah keguguran juga dihukumi nifas jika ada persaksian dari para bidan bayi bahwa gumpalan darah atau daging yang keluar itu adalah bakal manusia.
-          Wanita yang melahirkan bayi kembar dapat mengalami nifas jika semua janin yang dikandungnya telah keluar.
-          Darah yang keluar di antara bayi pertama dan kedua disebut haid jika memenuhi syarat-syarat haid.

* Masa nifas.
Minimal               : sebentar.
Kebanyakan         : 40 hari.
Maksimal            : 60 hari.
Keterangan          :
1. Untuk bisa dikatakan nifas disyaratkan:
Tidak ada sela 15 hari atau lebih antara melahirkan dan keluarnya darah nifas. Karena jika terjadi sela 15 hari maka darah yang datang setelah 15 hari tidak lagi disebut darah nifas melainkan darah haid jika memenuhi syarat-syarat haid
Jika nifas tersebut keluar dengan terputus-putus juga disyaratkan tidak ada sela 15 hari atau lebih antara darah pertama dan darah kedua.
  2. Hukum nifas dimulai sejak keluarnya darah, sedangkan hitungan 60 hari dimulai sejak melahirkan. Jika setelah melahirkan tidak langsung keluar darah maka perempuan tersebut suci dan wajib melaksanakan perintah-perintah syari’at.

* Suci antara haid dan nifas.
Antara haid dan nifas    : Tidak ada batas suci.
Antara nifas dan haid    :
• Cukup sela sebentar, jika darah nifas telah mencapai 60 hari atau menjadi sempurna 60 hari dengan suci tersebut.
   • 15 hari, jika darah nifas belum mencapai 60 hari dan suci tersebut tidak menyempurnakan 60 hari.

* Larangan-larangan untuk orang haid dan nifas.
Ada 11 larangan  :
Sholat, thawaf, membawa dan menyentuh mushaf, berdiam di masjid atau sekedar mondar mandir di dalamnya, membaca Alqur’an dengan niat tilawah (niat mencari pahala dengan bacaan tersebut), puasa, cerai, lewat di dalam masjid jika dikuatirkan mengotori, bersentuhan atau bersenang-senang dengan bagian antara lutut dan pusar dan bersuci dengan niat ibadah.
ü ISTIHADLOH
* Definisi istihadloh.
Istihadloh             : Darah yang keluar di selain masa-masa haid dan nifas.
Keterangan          :
1. Ulama’ telah melakukan penelitian seputar darah wanita dan mereka hanya menemukan tiga jenis darah saja, yaitu : haid, nifas dan istihadloh. Karenanya, jika seorang wanita melihat darah yang tidak memenuhi syarat-syarat haid dan nifas maka darah tersebut adalah istihadloh.
 2. Istihahdloh adalah istilah untuk darah, sedangkan wanita yang mengalami istihadloh disebut mustahadloh.

* 2 macam istihadloh.
Sebelum haid-nifas       : Hukumnya jelas dan tidak perlu dihubungkan dengan tujuh gambaran wanita mustahadloh.
Setelah haid-nifas         : Perlu dihubungkan dengan tujuh gambaran wanita mustahadloh untuk mengetahui mana darah istihadloh dan mana yang bukan.

* Beberapa istilah dalam istihadloh.
Ihtiyath                : Sebelum bersuci seorang mustahadloh harus beristinjak (membersihkan darah dari kemaluan) kemudian menyumbat kemaluan tersebut dengan kapas atau kain, setelah itu ditutup dengan pembalut baru kemudian berwudlu’.
                             Bersuci dan ihtiyath tidak boleh dilakukan sebelum masuknya waktu shalat, karena wudlu tersebut adalah wudlu’ darurat dan sebelum masuknya waktu tidak bisa disebut darurat.
Darah kuat           : Darah yang berwarna gelap lebih kuat dari darah yang berwarna terang.
                             Darah yang berbau busuk menyengat lebih kuat daripada yang tidak demikian.
                             Darah yang kental lebih kuat daripada darah yang encer.
Adat                     : Kebiasaan sebelum istihadloh mencakup: Kebiasaan mulai haid, kebiasaan lama haid, kebiasaan berhenti dan kebiasaan suci.

* TUJUH GAMBARAN MUSTAHADLOH DALAM HAID.
v Mubtada’ah mumayyizah.
Mubtadaah           : Baru pertama keluar darah.
Mumayyizah       : Melihat darah dengan dua sifat atau lebih (kuat dan lemah).
Hukum                 : Darah yang kuat disebut haid dan darah yang lemah disebut istihadloh.

Syarat-syarat tamyiz.   
Seorang wanita disebut Mumayyizah (bisa membedakan ) jika :
1.     Darah kuat tidak kurang dari 24 jam.
2.     Darah kuat tidak lebih dari 15 hari.
3.     Darah lemah tidak kurang dari 15 hari (disyaratkan jika darahnya keluar terus).
4.     Darah lemah keluarnya tidak terputus-putus.

v Mubtada’ah ghoiru mumayyizah.
Mubtada’ah                   : Baru pertama melihat darah.
Ghoiru mumayyizah     : Melihat darah dengan satu sifat atau dua sifat tetapi tidak memenuhi syarat tamyiz.
Hukum                 : Haidnya cuma sehari semalam dan sucinya 29 hari.

v Mu’tadah mumayyizah.
Mu’tadah             : Pernah mengalami haid dan suci.
Mumayyizah       : Melihat darah dengan dua sifat atau lebih (kuat dan lemah).
Hukum                 : Terdapat dua pendapat, yang mu’tamad adalah, darah kuat dihukumi haid dan darah yang lemah disebut istihadloh. Sedangkan pendapat kedua mengatakan, haid dan sucinya disesuaikan dengan kebiasaan sebelum istihadloh.

v Mu’tadah ghoiru mumayyizah.
Mu’tadah             : Pernah mengalami haid dan suci.
Ghoiru mumayyizah         : Melihat darah dengan satu sifat atau dua sifat tetapi tidak memenuhi syarat tamyiz.
Hukum                 : Haid dan sucinya disesuaikan dengan adat sebelum istihadloh.
v Mutahayyiroh muthlaqoh.
Mutahayyiroh      : Mu’tadah ghoiru mumayyizah yang lupa dengan adatnya sehingga ketika haid dan sucinya disesuaikan dengan kebiasaannya dia menjadi bingung, apakah sekarang ini masa haid atau masa suci.
Muthlaqoh           : Dia lupa sama sekali lama adatnya maupun waktunya
Hukum                 : Selalu ada kemungkinan haid, suci dan berhenti haid.
Konsekwensi       :
-       Selalu melakukan ihtiyath yaitu, wajib sholat dan puasa namun haram bersetubuh dengan suaminya karena ada kemungkinan haid.
-          Setiap hendak mengerjakan sholat wajib mandi karena ada kemungkinan berhenti dari haid. Kecuali jika dia ingat pada jam berapa biasanya berhenti haid.
-          Dalam mengerjakan puasa Ramadhan dia harus berpuasa dengan cara khusus. Yaitu pada bulan Ramadhan berpuasa sebulan penuh, setelah hari raya berpuasa lagi 30 hari, kemudian berpuasa lagi enam hari di dalam delapan belas hari yaitu di hari pertama, kedua, ketiga, ke-16, ke-17 dan ke-18.
-          Perlu diketahui bahwa setiap satu bulan puasa yang bisa dipastikan sah hanya 14 hari saja (dengan perkiraan haidnya 15 hari dimulai dan berakhir pada siang hari) dengan demikian dalam dua bulan puasa yang diyakini sah hanya 28 hari, dan untuk melengkapi kekurangan 2 hari dilakukan puasa enam hari seperti cara di atas.

v Mutahayyiroh dzakiroh lil waqt nasiyah lil ‘adad.
Mutahayyiroh      : Mu’tadah ghoiru mumayyizah yang lupa dengan adatnya.
Dzakiroh lil waqt : Ingat dengan waktu adatnya.
Nasiyah lil ‘adad : Lupa dengan lama adatnya.
Contoh                 : Seorang mustahadloh haid mengatakan, “Haidku biasanya mulai tanggal 1 setiap bulan namun aku lupa sampai berapa hari”.
Hukum                 : Hari pertama pada setiap bulan adalah haid dengan yakin, sedangkan hari kedua sampai hari ke-15 selalu dalam kemungkinan haid, suci dan berhenti haid. Mulai hari ke-16 sampai akhir bulan adalah suci.
Konsekwensi       : Pada hari dimana dia yakin haid harus meninggalkan larangan-larangan haid dan di hari yang diyakini suci harus mengerjakan kewajiban-kewajiban orang yang suci. Sedangkan hari yang ada kemungkinan haid dan suci harus melakukan ihtiyath.

v Mutahayyiroh nasiyah lil waqt dzakiroh lil ‘adad.
Mutahayyiroh      : Mu’tadah ghoiru mumayyizah yang lupa dengan adatnya.
Nasiyah lil waqt  : Lupa dengan waktu adatnya.
Dzakiroh lil ‘adad         : Ingat dengan lama adatnya.
Contoh                 : Seorang mustahadloh haid mengatakan, “Haidku 5 hari dalam 10 hari pertama dan aku ingat pada hari pertama aku pasti suci”.
Hukum                 : Hari pertama dan 20 hari terakhir setiap bulan adalah yakin suci. Hari keenam adalah haid dengan yakin.Sedangkan mulai hari kedua sampai hari keempat adalah haid masykuk (diragukan) dan hari ketujuh sampai hari kesepuluh adalah suci masykuk.
Konsekwensi       : Pada hari yang diyakini suci harus mengerjakan kewajiban-kewajiban orang yang suci begitu pula pada hari yang diyakini haid harus meninggalkan larangan haid. Sedangkan hari yang ada kemungkinan haid dan suci harus melakukan ihtiyath, namun pada hari-hari haid masykuk tidak wajib mandi untuk setiap sholat fardlu dan pada hari-hari suci masykuk diwajibkan mandi untuk setiap sholat fardlu.




* TUJUH GAMBARAN MUSTAHADLOH  DALAM NIFAS.
v Mubtada’ah mumayyizah.
Mubtada’ah         : Baru pertama mengalami nifas.
Mumayyizah       : Melihat darah dengan dua sifat atau lebih (kuat dan lemah).
Hukum                 : Darah yang kuat adalah nifas dengan syarat tidak melebihi 60 hari dan darah yang lemah adalah istihadloh.

v Mubtada’ah ghoiru mumayyizah.
Mubtada’ah         : Baru pertama melihat darah.
Ghoiru mumayyizah     : Melihat darah dengan satu sifat atau dua sifat tetapi darah yang kuat melebihi 60 hari.
Hukum                 : Nifasnya cuma sebentar, kemudian suci sebagaimana adatnya dalam suci dan haid sebagaimana adatnya dalam haid. Namun jika dia tidak pernah haid sebelumnya maka setelah nifas sebentar tersebut suci 29 hari dan haid sehari semalam, demikian seterusnya.
v Mu’tadah mumayyizah.
Mu’tadah             : Pernah mengalami nifas.
Mumayyizah       : Melihat darah dengan dua sifat atau lebih (kuat dan lemah).
Hukum                 : Darah yang kuat adalah nifas dengan syarat tidak melebihi 60 hari dan darah yang lemah adalah istihadloh.

v Mu’tadah ghoiru mumayyizah.
Mu’tadah             : Pernah mengalami nifas.
Ghoiru mumayyizah     : Melihat darah dengan satu sifat atau dua sifat tetapi darah yang kuat melebihi 60 hari.
Hukum                 : Nifas sebagaimana adatnya dalam nifas, kemudian suci sebagaimana adatnya dan haid sebagaimana adatnya. Namun jika dia tidak pernah haid sebelumnya (mubtada’ah dalam haid) maka setelah nifas sebentar tersebut suci 29 hari dan haid sehari semalam demikian seterusnya.
v Mutahayyiroh muthlaqoh.
Mutahayyiroh      : Mu’tadah ghoiru mumayyizah yang lupa dengan adat kebiasaannya sehingga ketika nifasnya dikembalikan pada adatnya dia menjadi bingung karena dia lupa berapa adatnya.
Muthlaqoh           : Baik lama kebiasaan maupun waktunya dia lupa sama sekali.
Hukum                 : Karena dia tidak tahu lama nifasnya maka permulaan siklus haidnya tidak dapat ditebak dan sekarang dia selalu dalam kemungkinan haid, suci dan terputus dari haid.
Konsekwensi       : Selalu melakukan ihtiyath yaitu, wajib sholat dan puasa namun haram bersetubuh dengan suaminya karena ada kemungkinan haid dan wajib mandi setiap hendak mengerjakan sholat. Kecuali jika dia ingat pada jam berapa biasanya berhenti haid.

v Mutahayyiroh dzakiroh lil waqt nasiyah lil ‘adad.
Mutahayyiroh      : Mu’tadah ghoiru mumayyizah yang lupa dengan adat kebiasaannya.
Dzakiroh lil waqt : Ingat dengan waktu adatnya.
Nasiyah lil ‘adad : Lupa dengan lama adatnya.
Contoh                 : Seorang mustahadloh nifas yang darahnya telah melebihi 60 hari berkata, “Nifasku biasanya datang setelah lewat lima hari dari melahirkan tapi aku lupa berapa lamanya”.
Hukum                 : Masa sebentar di hari kelima adalah nifas dan setelah itu ada kemungkinan terputus.
Konsekwensi       : Wajib mandi setiap hendak mengerjakan sholat dan selalu melakukan ihtiyath.

v Mutahayyiroh nasiyah lil waqt dzakiroh lil ‘adad.
Mutahayyiroh      : Mu’tadah ghoiru mumayyizah yang lupa dengan adat nya.
Nasiyah lil waqt  : Lupa dengan waktu adatnya.
Dzakiroh lil ‘adad: Ingat dengan lama adatnya.
Contoh                 : Seorang mustahadloh nifas yang darahnya telah melebihi 60 hari berkata, “Nifasku biasanya 10 hari tapi aku tidak ingat apakah dimulai tepat setelah melahirkan atau sebelum lewat 15 hari”.
Hukum                 : 10 hari setelah melahirkan adalah nifas masykuk (diragukan), dan mulai hari ke-11 sampai hari ke-24 adalah suci masykuk, hari ke-25 yakin suci, dari hari ke-26 dan seterusnya adalah haid masykuk sebagaimana adat haidnya, kemudian suci masykuk sebagaimana adat sucinya, demikianlah seterusnya. Jika wanita tersebut belum pernah haid (mubtada’ah dalam haid) maka hari ke-26 adalah haid masykuk sehari semalam kemudian suci masykuk 29 hari dan demikian seterusnya.




Translate

Instagram kami

Laman Facebook Kami

Galeri

DONASI

.